Makassar, Dmedia - Sekolah Cambaya 1 Tallo mencatat tiga kemenangan dalam Pekan Olahraga Pendidikan Kota Makassar 2025 yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga pada Minggu, 7 Desember, di Gedung Manunggal Makassar.
Ajang tahunan tersebut dibuka oleh Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, SH, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan, para camat, kepala sekolah, serta guru pendamping dari seluruh peserta. Penyelenggara menempatkan kegiatan ini sebagai salah satu program pembinaan untuk meningkatkan minat olahraga di kalangan pelajar sekaligus memperkuat pelestarian olahraga tradisional.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme siswa dalam mengikuti kompetisi olahraga tradisional. Ia menilai keikutsertaan pelajar menunjukkan upaya nyata dalam mengenalkan kembali warisan olahraga yang selama ini tersisih oleh cabang modern. “Saya bangga atas antusias para generasi Kota Makassar dalam melestarikan serta mengenal olahraga tradisional kita. Semoga ke depan semakin banyak olahraga tradisional yang diperlombakan,” ujarnya.
Kegiatan tahun ini mempertandingkan sejumlah nomor berbasis permainan tradisional untuk tingkat sekolah dasar dan menengah. Kompetisi tersebut dirancang sebagai bentuk integrasi pendidikan karakter, kerja sama tim, dan pembentukan pola hidup aktif bagi peserta didik. Meski data peserta belum dirilis secara resmi, penyelenggara menyebut jumlah sekolah yang berpartisipasi meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sekolah Cambaya 1 Tallo menjadi salah satu kontestan yang menonjol setelah meraih tiga penghargaan di cabang olahraga berbeda. Guru olahraga sekolah tersebut, Akhwil Hidayat, menyebut kemenangan itu buah dari latihan rutin dan kolaborasi antara siswa dan tenaga pendidik. “Alhamdulillah, kami hari ini meraih prestasi di tiga nomor lomba, yakni Juara 1 Estafet Lokomotor Putri, Juara 2 Lari Balok Putra, dan Juara 3 Lari Balok Putri,” katanya.
Akhwil menjelaskan bahwa para siswa telah menjalani persiapan intensif sejak masa seleksi internal sekolah. Latihan dilakukan untuk menyesuaikan teknik dasar permainan tradisional yang memiliki karakter berbeda dari cabang olahraga modern. Menurutnya, partisipasi dalam ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga upaya menjaga kelestarian olahraga tradisional di lingkungan pendidikan. “Prestasi ini bukti bahwa kami melestarikan olahraga tradisional di sekolah kami,” imbuhnya.
Pekan Olahraga Pendidikan (POP) merupakan program rutin pemerintah kota untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa dan membangun budaya hidup sehat. Model kompetisi berbasis permainan tradisional dipilih untuk memperkenalkan kembali nilai budaya lokal kepada generasi muda. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum olahraga mampu meningkatkan kebugaran, kedisiplinan, dan kemampuan motorik peserta didik secara signifikan.
Makassar termasuk salah satu kota yang mendorong revitalisasi permainan tradisional melalui berbagai program. Pemerintah kota menilai pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan fisik siswa jika dilakukan melalui event pendidikan. Kegiatan POP 2025 disebut menjadi momentum memperluas cakupan cabang olahraga tradisional yang dapat dipertandingkan di tingkat kota.
Hingga Minggu malam, penyelenggara belum merilis daftar lengkap peraih medali dari seluruh nomor pertandingan. Namun, beberapa sekolah menunjukkan dominasi pada cabang estafet dan permainan koordinasi. Pemerintah Kota Makassar menyatakan evaluasi kegiatan akan dilakukan untuk memperluas format kompetisi pada tahun berikutnya.