Makassar, Dmedia - Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Tallo berkolaborasi dengan Indonesia Pickball Federation (IPF) Kota Makassar menggelar workshop pendidikan integrasi olahraga pickball dalam pembelajaran permainan bola kecil tingkat sekolah dasar, Kamis (22/1/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Guru UPT SPF SD Buttatiang 2, Jalan Muh. Jufri, Kecamatan Tallo, tersebut bertujuan memperkenalkan olahraga pickball sebagai alternatif materi pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Workshop ini diikuti oleh para guru PJOK se-Kecamatan Tallo serta dihadiri pengurus IPF tingkat provinsi dan kota.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Indonesia Pickball Federation Provinsi Sulawesi Selatan Ian Aprilio, Wakil Sekretaris IPF Kota Makassar Muhammad Qasash Hasyim, serta sejumlah pengurus IPF Makassar, yakni Syahrul, Hasbi, dan Sahid Saleh. Kegiatan juga dihadiri Ketua dan pengurus KKG PJOK Kecamatan Tallo.

Dalam pemaparannya, Ian Aprilio menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program pengenalan olahraga pickball kepada tenaga pendidik. Ia menilai pickball sebagai cabang olahraga yang relatif baru namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan di lingkungan sekolah karena karakter permainannya yang sederhana dan adaptif.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam memperkenalkan olahraga pickball yang tergolong baru ini, dan semoga akan ada klub pickball di Kecamatan Tallo sebagai garda terdepan dalam melakukan pembinaan,” kata Ian Aprilio dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa integrasi pickball ke dalam pembelajaran PJOK dinilai relevan dengan kurikulum permainan bola kecil di sekolah dasar. Menurutnya, pickball dapat membantu meningkatkan koordinasi, kebugaran jasmani, serta keterampilan sosial peserta didik tanpa memerlukan fasilitas yang kompleks.

Sementara itu, Ketua KKG PJOK Kecamatan Tallo Akhwil Hidayat menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan pengurus IPF Sulawesi Selatan dan Kota Makassar. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk pembinaan berkelanjutan.

“Semoga ke depan akan ada kolaborasi yang berdampak dan berkelanjutan, sehingga visi dan misi Pemerintah Kota Makassar, khususnya di bidang pendidikan dan olahraga, dapat terwujud,” ujar Akhwil Hidayat.

Workshop ini mencakup pemaparan materi teori, pengenalan peralatan pickball, serta simulasi penerapan permainan dalam konteks pembelajaran sekolah dasar. Guru-guru PJOK diberikan pemahaman mengenai teknik dasar, aturan permainan, serta metode modifikasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa usia sekolah dasar.

Pickball merupakan olahraga yang menggabungkan unsur tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Olahraga ini berkembang pesat di sejumlah negara dan mulai diperkenalkan secara lebih luas di Indonesia melalui organisasi resmi Indonesia Pickball Federation.

Di tingkat lokal, pengenalan pickball di lingkungan sekolah dipandang sebagai bagian dari upaya diversifikasi pembelajaran olahraga sekaligus mendukung peningkatan literasi olahraga sejak usia dini. Namun, hingga saat ini belum terdapat data resmi mengenai jumlah sekolah dasar di Makassar yang telah mengadopsi pickball sebagai materi pembelajaran PJOK.

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa tindak lanjut kegiatan ini masih akan dibahas bersama para pemangku kepentingan terkait, termasuk potensi pembentukan klub pickball tingkat kecamatan. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal atau program lanjutan pasca-workshop hingga Kamis sore.