Gowa, Dmedia - Kegiatan Jambore Kepala Desa se-Sulawesi Selatan Fokus Bangun Integritas dan Kedisiplinan Aparatur. Memasuki hari kedua, Jumat (12/12/2025) dengan menghadirkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur, serta Kepala Dinas PMD Sulsel Muh. Saleh. Agenda tahunan yang diikuti kepala desa dari seluruh kabupaten/kota ini mengusung tema “Mewujudkan Asta Cita dari Desa” sebagai langkah memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan desa.
Mayor Aryo Kodam XIV Hasanudin menekankan pentingnya keselarasan antara visi nasional hingga ke tingkat desa. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan Jambore tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter dan ketangguhan para kepala desa dalam menjalankan tugas.
“Dari tiga hari yang diberikan kepada kami, ini merupakan inisiasi Gubernur yang mengikuti program Presiden untuk menyelaraskan apa yang diinginkan pimpinan kita. Harapannya satu visi, satu misi dari pusat sampai ke desa, sehingga terbentuk karakter Kepala Desa yang tangguh dalam menghadapi tugas-tugas pokok,” ujar Mayor Aryo.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam sambutannya memaparkan arah program utama pemerintah di sektor pertanian sekaligus menekankan pentingnya kedisiplinan bagi seluruh peserta. Ia mengajarkan konsep “tiga tingkat keyakinan” — Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin, dan Haqqul Yaqin — sebagai landasan memperkuat integritas, komitmen, dan etos kerja.
Amran juga menyoroti berbagai capaian Kementerian Pertanian selama satu tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan berdasarkan indeks pertanian dunia, menegaskan kemajuan sektor pertanian Indonesia di tingkat global.
ia menegaskan bahwa kekuatan pembangunan nasional berawal dari desa, terutama dalam sektor pangan. Amran menyebut bahwa desa-desa di Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi poros kemandirian pangan.
“Swadaya pangan itu lahir dari desa. Jika desa bergerak, negara kuat. Saya melihat kepala desa di Sulawesi Selatan bekerja keras, dan dari kerja keras itulah tercipta kemandirian pangan yang menjadi fondasi ketahanan bangsa,” kata Amran.
Kepala Dinas PMD Sulsel, Muh. Saleh, turut menegaskan bahwa tema Jambore tahun ini diarahkan untuk memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan desa sekaligus menyiapkan pemimpin desa yang adaptif.
“Asta Cita dari Desa bukan hanya slogan, tetapi komitmen kami untuk memastikan kepala desa memiliki kompetensi, integritas, dan semangat kolaborasi dalam membangun wilayahnya. Penguatan kapasitas aparatur menjadi kunci utama,” ujar Muh. Saleh.
Pada sesi akhir di hari kedua, ada ceramah agama oleh Dr. Firanda, Sebagai penutup ada sesi renungan suci yakni pencerahan bagi para peserta jambore.
Kegiatan Jambore Kepala Desa Sulsel akan berlangsung selama tiga hari dan diisi dengan pelatihan, pengarahan, pembinaan aparatur, hingga sinkronisasi program pembangunan desa dengan kebijakan provinsi dan pemerintah pusat.