Dmedia - Kapoksi Komisi XIII DPR RI Kartika Sandra Desi melakukan sidak ke Gudang Bulog Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Rabu (29/4/2026), untuk memastikan ketersediaan pangan dan penyerapan hasil tani di wilayah Musi Rawas, Muratara, dan Lubuklinggau.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kartika Sandra Desi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Rabu, 29 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok pangan serta memantau langsung proses penyerapan hasil panen petani di wilayah Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Lubuklinggau (MLM).
Dalam peninjauan tersebut, Kartika memastikan bahwa kondisi cadangan beras di tiga wilayah tersebut berada dalam kategori aman. Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, stok beras dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka menengah.
"Alhamdulillah, setelah kita cek langsung, ketersediaan beras untuk masyarakat di tiga wilayah ini dipastikan aman dan mencukupi untuk 6 bulan ke depan. Setengah tahun ke depan, warga tidak perlu khawatir terkait pasokan," ujar Kartika.
Selain memeriksa kondisi gudang dan ketersediaan stok, Kartika juga menyoroti kinerja Bulog dalam menyerap hasil panen petani lokal. Ia menyebut tingginya angka serapan gabah menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sektor pertanian sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
"Saya sangat mengapresiasi tingginya angka serapan gabah dari petani lokal di sini. Ini membuktikan bahwa sinergi antara Bulog dan petani berjalan dengan sangat baik. Petani memiliki kepastian pasar, dan negara memiliki cadangan pangan yang kuat," tambahnya.
Menurut Kartika, peran Bulog sebagai lembaga pengelola cadangan pangan pemerintah sangat strategis dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Penyerapan gabah petani secara optimal tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memastikan ketersediaan stok beras dalam jumlah memadai.
Ia juga menekankan bahwa stabilitas pangan di daerah merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan stok yang terjaga dan distribusi yang lancar, potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga dapat diminimalkan.
Kartika menambahkan bahwa kondisi yang terpantau di Lubuklinggau mencerminkan implementasi kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan. Ia mengaitkan capaian tersebut dengan program prioritas nasional yang mendorong kemandirian pangan.
"Apa yang kita lihat di Lubuklinggau hari ini adalah potret keberhasilan program Asta Cita. Pak Prabowo sangat konsen agar kita berdaulat secara pangan. Jika pupuknya mudah dan serapannya tinggi, maka swasembada pangan bukan lagi sekadar mimpi, tapi realitas yang sedang kita jalani," ujarnya.
Secara umum, kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap program strategis nasional di sektor pangan. Pengawasan langsung di lapangan dinilai penting untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif hingga tingkat daerah.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai gangguan pasokan pangan di wilayah MLM. Namun, pemantauan berkala tetap diperlukan guna menjaga stabilitas stok dan distribusi di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.