Dmedia - Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. La Tinro La Tunrung, menyampaikan sejumlah perhatian terkait pembinaan olahraga nasional dalam rapat kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga. Salah satu hal yang disorotinya adalah masih adanya dualisme kepengurusan pada beberapa cabang olahraga yang dinilai dapat menghambat pembinaan atlet dan pencapaian prestasi nasional, Selasa (2/6/2026).
La Tinro meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki target yang jelas untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Yang pertama, tadi disampaikan bahwa ada tiga cabang olahraga yang mungkin masih ada dualisme pengurusan. Nah, ini kan tidak bisa terjadi. Kapan targetnya tidak ada lagi bicara masalah dualisme kepengurusan daripada cabang olahraga itu. Usahakan targetnya, mudah-mudahan sebelum PON sudah bisa selesai semua," ujar La Tinro.
Selain persoalan organisasi olahraga, Legislator Fraksi Gerindra tersebut juga menyoroti keterbatasan anggaran yang dikelola Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, kebutuhan anggaran yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan prestasi atlet Indonesia di tingkat internasional.
La Tinro mengingatkan capaian Indonesia pada berbagai ajang olahraga internasional yang menunjukkan perbedaan hasil cukup signifikan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, ia meminta penjelasan mengenai kebutuhan anggaran tambahan yang diperlukan untuk meningkatkan target perolehan medali emas pada ajang Asian Games mendatang.
"Kemudian tadi sudah disampaikan bahwa dana memang kurang, dana yang Bapak kelola sangat kurang. Saya cuma ingin menanyakan bahwa pernah pada tahun 2018, tadi sudah dipaparkan, itu sangat luar biasa, tiga puluh satu emas dengan sembilan puluh delapan medali yang lain. Kemudian pada tahun 2014, kalau kita kembali ke tahun 2014, yang didapatkan empat emas," katanya.
Ia kemudian mempertanyakan besaran tambahan anggaran yang dibutuhkan apabila pemerintah ingin meningkatkan target perolehan medali emas Indonesia.
"Yang ingin saya tanyakan, dengan target yang tadi Pak Menteri sampaikan bahwa rencana tiga emas untuk Asian Games dan mungkin dipertanyakan empat emas, berapa menurut Pak Menteri tambahan dana yang diperlukan untuk Asian Games sehingga dapat dicapai misalnya minimal tujuh emas pada tahun 2026. Dan kalau ada dana yang diberikan oleh pemerintah, berapa jumlahnya, target minimal mendapatkan tujuh emas tersebut," lanjut La Tinro.
Menurutnya, perencanaan target prestasi harus dibarengi dengan perhitungan kebutuhan anggaran yang jelas sehingga pemerintah dan DPR dapat bersama-sama mengukur dukungan yang diperlukan demi meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional.