Dmedia - Forum Tudang Sipulung yang diselenggarakan oleh DPW HIMAS Kaltim menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus pengambilan keputusan strategis bagi komunitas perantau asal Sinjai di Kalimantan Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Semangat Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Mallilu Sipakainge” yang menekankan nilai solidaritas dan saling menguatkan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengurus wilayah, perwakilan cabang, serta tokoh masyarakat Sinjai yang tersebar di sejumlah daerah di Kalimantan Timur. Perwakilan yang hadir berasal dari Berau, Kutai Timur (secara daring), Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Bontang, Balikpapan, Samarinda, dan Paser.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Yusuf Mustafa yang merupakan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Kehadiran unsur legislatif tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai elemen dalam memperkuat jejaring organisasi perantau.
Ketua panitia pelaksana, Hidayat Jamal Noor, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mempererat solidaritas warga Sinjai di perantauan. Ia menilai forum semacam ini penting untuk menjaga hubungan sosial sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP HIMAS, Eddy Salassa, yang memberikan pesan kepada seluruh warga Sinjai di perantauan agar menjaga kekompakan dan saling membantu dalam berbagai kondisi.
Dalam forum tersebut, peserta secara musyawarah menyepakati penetapan Ahmad Rustam sebagai Ketua DPW HIMAS Kaltim untuk periode 2026–2031. Penetapan ini menjadi salah satu hasil utama dari pelaksanaan Tudang Sipulung tahun ini.
Ahmad Rustam dikenal sebagai tokoh aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan perantau. Ia juga saat ini menjabat sebagai Ketua Harley Davidson Club Indonesia Balikpapan, yang menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai organisasi komunitas.
Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai ketua, ia menyampaikan harapan agar HIMAS Kaltim dapat terus menjadi wadah silaturahmi yang kuat bagi warga Sinjai di perantauan. Ia juga menekankan pentingnya saling membantu dan menjaga kebersamaan.
Secara umum, Tudang Sipulung merupakan tradisi musyawarah masyarakat Bugis yang digunakan untuk membahas berbagai persoalan secara kolektif. Dalam konteks organisasi perantau, forum ini berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan sekaligus penguatan identitas sosial.
Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan upaya berkelanjutan HIMAS dalam menjaga kohesi sosial di antara anggotanya yang tersebar di berbagai daerah. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat data resmi mengenai jumlah peserta yang hadir secara keseluruhan dalam kegiatan tersebut.