Dmedia - Musyawarah Nasional (Munas) IV Asalvo Auto Community menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memperjelas arah pengembangan komunitas otomotif tersebut. Agenda yang berlangsung di Jakarta International Equestrian Park ini juga menandai pengukuhan resmi Asalvo Indonesia sebagai bagian dari IMI Pusat.

Sejumlah pengurus IMI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Umum Olahraga Prestasi Ananda Mikola, Wakil Ketua Umum Mobilitas Oke D.Junjunan, serta Direktur Touring dan Komunitas Ahmad Dipoditiro Latief. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan terhadap integrasi komunitas otomotif ke dalam struktur organisasi nasional.

Dalam sambutannya, Bimantoro menyampaikan bahwa Asalvo telah berdiri sejak tahun 2000 dan terus berkembang hingga memiliki delapan cabang di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Palangkaraya, Pontianak, Medan, dan Batam. Ia menekankan bahwa perjalanan organisasi selama 26 tahun menunjukkan konsistensi dalam membangun komunitas otomotif yang berkelanjutan.

“Selama 26 tahun perjalanan, Asalvo bukan hanya bertahan, tetapi terus tumbuh menjadi rumah besar bagi para pecinta otomotif di Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Munas IV menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus mempertegas komitmen anggota dalam menjaga kebersamaan. Menurutnya, Asalvo tidak hanya berfungsi sebagai komunitas kendaraan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang mengedepankan solidaritas.

“Asalvo bukan sekadar klub mobil. Asalvo adalah rumah—rumah bagi persahabatan, solidaritas, dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Bimantoro juga memaparkan sejumlah capaian selama masa kepemimpinannya, termasuk perluasan jaringan cabang, penyelenggaraan kegiatan nasional seperti Car Meet Up, serta keberhasilan menjadi bagian dari IMI. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif anggota di berbagai daerah.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga nilai kekeluargaan seiring dengan pertumbuhan organisasi yang semakin luas. Menurutnya, keberhasilan komunitas tidak semata diukur dari jumlah anggota, tetapi dari kualitas hubungan antaranggota.

“Yang paling penting bukan hanya jumlah anggota, tetapi rasa persaudaraan yang kita bangun dan jaga bersama,” imbuhnya.

Ke depan, Asalvo menargetkan ekspansi ke lebih banyak wilayah di Indonesia serta peningkatan kontribusi sebagai komunitas yang berdampak positif, khususnya bagi generasi muda. Fokus ini mencakup penguatan kegiatan sosial dan edukasi di bidang otomotif.

Bimantoro juga mengajak anggota untuk menjadikan dunia otomotif sebagai sarana berkarya yang menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab sosial. Ia menutup sambutannya dengan pesan motivatif untuk terus berkembang secara kolektif.

“Mari kita terus melaju, terus berkembang, dan menjadikan Asalvo kebanggaan dunia otomotif Indonesia, hari ini dan hingga masa depan,” pungkasnya.

Secara umum, penguatan komunitas otomotif dinilai sejalan dengan perkembangan industri otomotif nasional yang terus tumbuh. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat data resmi terkait jumlah anggota terbaru Asalvo Indonesia pasca pelaksanaan Munas IV.