Gowa, Dmedia – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan “Peningkatan Keterampilan Menggiring Bola Melalui Metode Drills pada Pemain SSB Persigowa” sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Pusat Kompetitif Tahun Anggaran 2026. Tim pengusul terdiri atas Dr. M. Adam Mappaompo, S.Pd., M.Pd. selaku ketua dan Iskandar, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota, dengan melibatkan mahasiswa sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan.

SSB Persigowa dipilih sebagai mitra karena memiliki potensi besar dalam pembinaan pemain sepak bola usia dini dan remaja. Berdasarkan hasil observasi dan komunikasi awal dengan pelatih, salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah keterampilan menggiring bola atau dribbling. Pemain masih mengalami kesulitan dalam menjaga kontrol bola, melewati rintangan, serta mempertahankan penguasaan bola ketika bergerak dengan kecepatan tinggi.

Melalui program ini, tim PKM memperkenalkan metode drills progresif, yaitu latihan yang dilakukan secara berulang, terstruktur, dan bertahap sesuai tingkat kemampuan pemain. Latihan dimulai dari penguasaan kontrol bola, menggiring bola melewati cone, latihan zig-zag, speed dribbling, hingga latihan yang mendekati situasi permainan.

Ketua tim PKM, Dr. M. Adam Mappaompo, menjelaskan bahwa latihan menggiring bola tidak hanya membutuhkan kemampuan mengontrol bola, tetapi juga koordinasi, kelincahan, kecepatan, konsentrasi, dan kemampuan mengambil keputusan.

“Melalui metode drills yang dilakukan secara sistematis dan berulang, pemain diharapkan mampu membangun kebiasaan gerak yang lebih baik sehingga keterampilan menggiring bola dapat berkembang secara bertahap,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan kepada pemain, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelatih SSB Persigowa. Pelatih diberikan pemahaman mengenai penyusunan latihan yang progresif, pengaturan intensitas latihan, variasi bentuk drills, serta evaluasi keterampilan pemain.

Salah satu inovasi yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah Model Latihan Dribbling Berbasis Drills Progresif Terintegrasi Evaluasi Digital (MDD-ED). Model tersebut menggabungkan latihan teknik dengan pengukuran kemampuan pemain. Hasil latihan dicatat menggunakan sistem sederhana berbasis spreadsheet sehingga perkembangan setiap pemain dapat dipantau secara lebih objektif.

Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kemampuan menggiring bola sebelum dan sesudah program. Instrumen yang digunakan meliputi tes menggiring bola melalui lintasan zig-zag, pengukuran waktu tempuh, serta observasi kesalahan kontrol bola. Dokumentasi video menggunakan telepon pintar juga dimanfaatkan sebagai media umpan balik teknik.

Dalam pelaksanaannya, pemain SSB Persigowa tidak hanya mengikuti latihan, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses evaluasi. Pelatih berperan sebagai pendamping utama sehingga metode latihan yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam program latihan rutin SSB.

Program PKM ini diharapkan memberikan perubahan positif berupa meningkatnya keterampilan menggiring bola, koordinasi gerak, kelincahan, kecepatan, serta kepercayaan diri pemain dalam menghadapi situasi permainan.

Selain manfaat bagi pemain, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kapasitas SSB Persigowa sebagai lembaga pembinaan olahraga masyarakat. Modul latihan, instrumen evaluasi, dan sistem pencatatan perkembangan pemain yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pelatih setelah kegiatan PKM selesai.

Tim PKM UNM menargetkan program ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang. Pelatih diharapkan mampu melanjutkan metode drills secara mandiri dan melakukan evaluasi perkembangan pemain secara berkala.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembinaan olahraga usia dini serta pengembangan sumber daya manusia melalui olahraga. Dengan pembinaan yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, SSB Persigowa diharapkan mampu mencetak pemain muda yang memiliki keterampilan teknik, disiplin, sportivitas, dan karakter positif.