Dmedia – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, S.H., melaksanakan kegiatan Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan bersama para Kader, Koordinator Desa (Kordes), tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Rumah Aspirasi Mas Bima, Nganjuk. (2/8)

Mengusung tema “Bersatu dalam Doa: Mengawal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, Makmur, dan Sejahtera,” kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus memanjatkan doa untuk bangsa dan negara.

Dalam sambutannya, Bimantoro menegaskan bahwa bulan kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat semangat persatuan dan memperkokoh komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengajak seluruh kader, khususnya para Koordinator Desa, untuk menjadi kader yang cermat dalam menyikapi perkembangan informasi di era digital.

“Saya mengajak untuk tidak mudah termakan hoaks, fitnah, maupun provokasi. Sebagai kader, kita harus menjadi penyambung informasi yang benar kepada masyarakat. Jangan sampai kita justru ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Lakukan tabayun, cek fakta, dan sampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bimantoro.

Sebagai Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan hukum, Bimantoro juga menyampaikan bahwa membangun Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah melakukan berbagai pembenahan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, memperkuat penegakan hukum, serta memberantas praktik-praktik korupsi yang selama ini merugikan negara dan rakyat.

“Ketika negara semakin tegas melawan mafia, dan para koruptor, tentu akan ada pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu. Oleh karena itu, kita tidak boleh mudah terpancing oleh narasi yang memecah belah. Mari kita dukung setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Bimantoro menegaskan bahwa dukungan kepada pemerintah harus diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, serta mengawal program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia berharap para kader terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas masyarakat, menyerap aspirasi warga, dan memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Kegiatan Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta memohon kepada Allah SWT agar seluruh pemimpin bangsa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera.